Tampilkan postingan dengan label Akupresur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akupresur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Januari 2014

INILAH BEBERAPA MANFAAT TERAPI AKUPRESURE YANG PERLU ANDA COBA


Selain akupuntur, terapi pengobatan akupresur juga mulai dikenal masyarakat. Sama-sama berasal dari China, akupresur juga merupakan teknik kesehatan yang menerapkan tekanan ringan pada area atau titik tertentu di tubuh yang berhubungan dengan berbagai organ dan tubuh.

Akupresur muncul didasarkan pada keyakinan bahwa seluruh tubuh terdiri dari energi vital yang disebut chi yang 'mengalir' melalui tubuh sepanjang garis tak terlihat atau meridian. Saat meridian ini terhambat, maka penyakit bermunculan. Di sinilah peran teknik akupresur membantu.

Ingin tahu manfaat sehat lainnya dari akupresur?

Mempercepat proses penyembuhan
Karena sifatnya, akupresur diketahui bisa melepaskan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, dan membangkitkan kekuatan energi tubuh untuk membantu mempercepat proses penyembuhan. Sehingga jika kamu sedang menderita penyakit ringan, pijatan akupresur akan membantumu lebih cepat sembut.

Meredakan nyeri
Akupresur adalah cara yang bagus untuk menghilangkan rasa sakit di tubuh. Sebab ketika tekanan diterapkan ke titik yang sesuai dengan area tubuh yang sakit, tubuh akan merespon dengan cara melancarkan sumbatan di area tersebut. Alasan lainnya adalah sirkulasi darah jadi lancar sehingga rasa sakit akan menghilang.

Membuatmu lebih tenang
Karena akupresur menekan titik-titik yang menegang dalam tubuh, maka teknik pengobatan ini bisa membuatmu lebih tenang. Menurut keyakinan pengobatan China, setelah semua titik meridian ini bisa bersirkulasi dengan baik, maka tubuh bisa menangani stres dengan baik.

Membantu kehidupan seksual
Menurut teknik akupresur, ketidakseimbangan energi chi dalam sistem organ akan menyebabkan libido menurun. Energi ini juga berperan untuk menjaga kesehatan ginjal dan jantung. Akupresur sendiri berguna untuk menyeimbangkan energi chi tersebut yang nantinya bermanfaat untuk meningkatkan kehidupan seksual.

Mencegah penuaan
Akupresur ternyata juga bermanfaat untuk kecantikan lho. Sebab teknik ini akan melemaskan otot-otot wajah, menstimulasi aliran darah, dan membantu peningkatan produksi kolagen. Saat semua manfaat ini disatukan, maka tanda-tanda penuaan bisa dicegah dan kulit jadi lebih cantik.

Melepaskan ketegangan otot
Akupresur membantu meredakan ketegangan otot dengan cara menstimulasi saraf. Tingkat stres pun menurun. Sehingga ketegangan otot akan berkurang.

Meningkatkan sirkulasi darah
Saat diaplikasikan dengan benar, akupresur juga berguna untuk meningkatkan sirkulasi darah. Sebab tekanan ini akan mengaktifkan dan membuka aliran darah di pembuluh darah yang ada di bawah kulit. Peningkatan aliran darah ini membantu hampir semua organ di tubuh beregenerasi dan bekerja secara optimal.

Mengurangi konsumsi obat kimia
Akupresur telah dikenal selama berabad-abad sebagai obat alami terbaik untuk mengobati penyakit umum seperti sakit kepala, sinusitis, dan demam. Jika kamu bisa sembuh dengan teknik akupresur, maka konsumsi obat kimia akan berkurang.

Ada banyak teknik pengobatan alami untuk menjaga kesehatan tubuh dan menyembuhkan penyakit ringan. Dan akupresur termasuk di dalamnya. Jadi, apakah kamu tertarik mencobanya? [feb]

Sumber:
www.merdeka.com

Sabtu, 03 September 2011

APA ITU PIJAT AKUPRESUR


Akupresur berasal dari kata accus dan pressure, yang berarti jarum dan menekan. Akupresur merupakan istilah yang digunakan untuk memberikan rangsangan (stimulasi) titik akupunktur dengan teknik penekanan atau teknik mekanik.

Penekanan dilakukan sebagai pengganti penusukan jarum yang dilakukan pada akupunktur dengan tujuan untuk melancarkan aliran energi vital (qi) pada seluruh tubuh.[1]  Ilmu Akupunktur berasal dari daratan Cina. Menurut buku Huang Ti Nei Cing (The Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine) ilmu ini mulai berkembang sejak Jaman Batu, yaitu kira-kira lima sampai enam ribu tahun yang lalu, di mana digunakan jarum batu untuk menyembuhkan penyakit. Sebuah kasus yang diungkapkan buku tersebut adalah penyembuhan abses dengan penusukan jarum batu.

Buku Huang Ti Nei Cing adalah sebuah buku ensikolpedi Ilmu Pengobatan Cina. Diterbitkan pada zaman Kerajaan Cun Ciu Can Kuo yaitu tahun-tahun antara 770 - 221 sebelum Masehi. Pada zaman itu Ilmu Akupunktur-Moksibusi berkembang seperti juga ilmu-ilmu lainnya di negara itu. Bahan jarum akupunktur berubah dari batu ke bambu, dari bambu ke tulang dan dari tulang menjadi perunggu.

Soerang ahli pengobatan pada jaman itu yang bernama Pien Cie telah berhasil menyembuhkan seorang pangeran bernama Ha dengan jarum perunggu dari ketidaksadaran selama setengah hari. Pien Cie mengungkapkan pengetahuannya dalam buku Nan Cing di mana ia menguraikan cara pengobatan dengan jarum perunggu serta menjelaskan persoalan-persoalan mengenai meridian dan titik akupunktur.

Dalam buku Huang Ti Nei Cing diungkapkan juga mengenai meridian, titik akupunktur, teknik pengobatan dan perjalanan penyakit serta pengobatannya.

Beberapa penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa akupresur dapat membantu mengurangi mual dan muntah dan juga meredakan sakit punggung, sakit kepala, dan sakit perut, walaupun penelitian tersebut telah menuai kritik karena dianggap bias. Pada tahun 2011, hasil peninjauan sistematis terhadap penelitian ini menyumpulkan bahwa "peninjauan percobaan klinis dari dasawarsa sebelumnya tidak memberikan bukti yang kuat akan kemujaraban akupresur untuk menangani gejala-gejala. Penelitian yang dirancang dengan baik dan dikendalikan secara acak diperlukan untuk menentukan kegunaan dan kemujaraban akupresur untuk menangani berbagai gejala pada pasien."

Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Akupresur
^ Kemenkes.RI (2014). Panduan akupresur mandiri bagi pekerja di tempat kerja. Jakarta: Kemenkes.RI. hlm. 15. ISBN 9786022358077.
^ San, Tse Ching, dkk. (1985). Ilmu akupunktur. Jakarta: RSCM. hlm. 13.
^ a b Lee, Eun Jin; Frazier, Susan K. (2011). "The Efficacy of Acupressure for Symptom Management: A Systematic Review"Journal of Pain and Symptom Management42 (4): 589–603. doi:10.1016/j.jpainsymman.2011.01.007PMC 3154967alt=Dapat diakses gratisPMID 21531533.